Cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan - Urutan dari awal sampai dapat rujukan ke rumah sakit

kartu askes bpjs kesehatan

Assalamualaikum sobat, kali ini saya bukan mau sharing bebikinan sesuatu tapi cuma berbagi pengalaman cara berobat menggunakan bpjs kesehatan yang ternyata mudah dan tidak ribet. Ini sebatas pengalaman saya saja dan hanya langkah-langkah yang telah saya lalui. Jadi bila ada pertanyaan yang tidak saya pahami ya mohon maaf karena saya di sini statusnya sama dengan kalian yaitu sebagai pengguna bpjs kesehatan, bukan petugas bpjs kesehatan. Oke langsung saja ya.

Awal mula
Jadi berawal dari penyakit yang saya derita selama 2 tahunan. Saya sakit nyeri otot dari pinggang hingga tumit kaki. Nyeri nya selalu terasa sejak bangun tidur sampai tidur lagi, bukan kadang terasa dan kadang sembuh. Saya fikir ini penyakit biasa seumuran saya yang udah kepala 4. Tapi ternyata 2 tahun tak kunjung reda bahkan semakin menjalar hingga ke tumit. Oleh karena itu saya memutuskan untuk berobat ke dokter. Pas betul, saya ada kartu bpjs kesehatan jadi saya gunakan saja.

Periksa ke puskesmas
Langkah awal dari pengguna bpjs adalah berobat ke puskesmas terlebih dahulu. Oke saya jalani. Ingat ya sobat, bukan sembarang puskesmas tetapi puskesmas yang sesuai dengan bpjs yang kita gunakan (telah ditunjuk oleh bpjs). Jadi waktu daftar bpjs dulu kan kita disuruh milih puskesmas mana yang akan kita pilih untuk tempat berobat pertama dan tempat meminta rujukan ke rumah sakit, nah ke puskemas itulah kita menuju. Oke berangkat.

kartu askes/bpjs kesehatan dan puskesmas
Bermodalkan ktp asli dan kartu bpjs, berangkatlah saya ke puskesmas. Omong-omong saya pakai kartu askes, dan askes sudah merger ke bpjs kesehatan, jadi saya anggap ini kartu bpjs kesehatan. 

Setelah bertemu dokter, konsultasi sebentar dan akhirnya diberikan resep. Resep tersebut ditukarkan dengan obat di loket apotik puskesmas. Dan akhirnya pulanglah saya dengan mengantongi obat. Oya dokter berpesan bila obatnya telah habis, datang lagi ke puskesmas untuk kontrol.
obat dari puskesmas
Masing-masing obat dibungkusnya tertera petunjuk minumnya. Misalkan 2 x sehari 1 tablet, atau biasa disebut 2 x 1. Ini artinya dalam sehari kita minum obat ini 2 kali, dan setiap minumnya adalah 1 tablet.
Jadi misalkan tulisannya 2 x 2 , artinya dalam sehari kita minum 2 kali, dan setiap minumnya adalah 2 tablet.
Terus jam berapa saja minumnya , ya mudah saja. Kalau 2x ya artinya setiap 12 jam. kalau 3x ya artinya setiap 8 jam. Kalau 1x ya pasti semua tahu ya artinya sehari ya cuma 1x minumnya. Kemudian kalau kita takut lupa minum obat boleh ndak kalau minumnya lebih awal? Jawabnya boleh, tapi hanya 1 jam sebelum jamnya. jadi misalkan jam minum obat nya adalah jam 9 pagi, artinya jam 8 kita sudah boleh minum obat tersebut. Seandainya setelah jam 9 bagaimana? Dianjurkan tidak sampai begitu ya. Kata apotekernya begini "Setiap obat ada masa efektifnya. Ada yang 12 jam , ada yang 8 jam, dan lainnya. Seandainya lewat dari masa efektifnya maka tubuh tidak akan mendapatkan manfaat lagi dari obat tersebut". Jawabannya sederhana ya, jadi kalau pengin sembuh ya harus diminum obatnya secara teratur, itu pesan yang ditangkap.

Setelah obatnya habis, saya kembali ke puskesmas tersebut dan oleh dokter diberikan lagi obat-obatan. Kembali saya menjalani terapi obat di rumah. 4 hari kemudian saya kembali lagi ke puskesmas, dan kali ini dokter menanyakan kondisi yang saya rasakan setelah minum obat-obat kemarin bagaimana hasilnya. Dan saya menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Kemudian dokter memberikan diagnosa awal bahwa penyakit yang diderita adalah ini dan ini. Dari situ biasanya dokter akan memberikan rujukan untuk kita ke rumah sakit yang ditunjuk bpjs kesehatan.

Mengantongi surat rujukan ke rumah sakit
surat rujukan bpjs ke rs

Alhamdulillah surat rujukan sudah diterima. Selanjutnya apa yang harus kita lakukan? Yang pertama kita lakukan adalah menghubungi rumah sakit tersebut dan menanyakan jadwal dokter yang dimaksud. Tanyakan juga berkas-berkas yang perlu dibawa apa saja. Alhasil saya mendapatkan informasi jadwal dokternya dan informasi berkas apa saja yang harus saya bawa ke rumah sakit tersebut. 
Berkas-berkas tersebut adalah surat rujukan asli, foto kopi ktp, foto kopi kartu bpjs, dan foto kopi kartu keluarga. Dan harus dibawa juga yaitu kartu bpjs asli untuk nanti ditunjukan ke petugas bpjs di rumah sakit tersebut. Oya untuk surat rujukan nya kita foto kopi dulu ya, paling tidak 4 lembar, fungsinya dipakai untuk kita bolak-balik ke rumah sakit itu lagi untuk keperluan kontrol. Oke udah itu saja informasi berkasnya. Kita lanjut ke rumah sakitnya.

Registrasi ke bpjs rumah sakit
Singkat cerita saya sudah tiba di lobi rumah sakit. Di situ saya langsung bertanya ke bagian informasi menanyakan urut-urutan langkah untuk pengurusan bpjs. Akhirnya diarahkan ke loket pendaftaran layanan bpjs. Di loket tersebut semua berkas kita dicek dan dikonfirmasi kembali ke kita untuk kelengkapan data-datanya. Dan akhirnya saya mendapatkan nomor antrian dokter spesialis yang saya maksud. Nah kalau sudah sampai di sini kita tinggal mengikuti saja arahan dan petunjuk dari petugas bpjs dan petugas rumah sakit. Intinya pelayanannya mudah dan gratis. Kita tidak keluar sedikitpun, semua ditanggung bpjs (tentunya disesuaikan dengan kelas bpjs kita masing-masing ya). Bahkan untuk rontgen dan tebus obat pun juga gratis, alhamdulillah. Hmmm, cuman kita harus memaklumi 1 hal yaitu harus sabar karena yang menggunakan jasa pelayanan bpjs kesehatan ini tidak hanya kita tapi banyak orang. Artinya kita harus rela antri ya, mulai dari antri di loket bpjs, antri di loket apotik rs, antri masuk ruangan dokter, dan lain-lain. Supaya dapat antrian awal, kita harus datang ke rumah sakit lebih pagi. Misalnya loket bpjs kan buka jam 07.30, nah kita sebisa mungkin datang lebih pagi misalnya jam 06.00 untuk ambil nomor antriannya. 

Ternyata mudah ya. Oke sekian dulu sharing kecil dari saya, semoga bermanfaat.