Assalamualaikum sobat, saya ingin berbagi pengalaman bagaimana cara pasang filter air sumur ala saya. Filter yang saya maksud adalah housing filter yang berisi cartridge filter. Adapun artikel tentang housing filter 10 inch sudah saya upload sebelumnya. Nah artikel ini adalah kelanjutannya. Baiklah agar tidak lama mari langsung kita bersama-sama menyimak.
Di postingan saya sebelumnya sudah sampai pembuatan rangkaian pipa housing filter ya, jadi sekarang kita tinggal menyambungkannya ke instalasi pipa yang sudah ada. Pembuatannya mohon disesuaikan dengan kondisi di tempat masing-masing ya, kalau saya ya beginilah kondisinya seperti yang bisa dilihat di video (videonya ada di bagian bawah dari postingan ini).
Mempersiapkan bahan-bahan.
Bahannya yang dibutuhkan adalah =
-knee(elbow pvc 1/2")
-Tee sock 1/2"
-paralon 1/2"
-stop kran 1/2"
-papan kayu tebal 2cm ukuran 100cm x 10cm
-lem stick pvc
-sekrup gipsum 2,5cm
-baut dinabolt 10mm panjangnya 8cm - 10cm.
Masing-masing bahan tersebut disesuaikan sendiri jumlahnya menurut disain di lokasi ya.
Langkah kerja.
Untuk keperluan dudukan ini saya menggunakan sebuah papan kayu. Papan kayu ini akan saya baut ke dinding di dekat pompa air. Alasan saya mengapa memilih kayu sebagai tempat sandar bracket dan bukannya tembok. Alasannya adalah agar saya lebih mudah dan leluasa memasang bracket. Kalau tanpa kayu alias langsung memasang bracket ke tembok, saya kawatir akan sulit dikarenakan temboknya yang terlalu rapuh (terbuat dari batako kosong , plesteran nya juga mudah rontok). Atau bisa jadi bagi yang temboknya sangat kokoh justru sangat menyulitkan kita saat mengebornya(melubanginya). Hanya saja saya harus tepat saat memasang kayu ke tembok agar kuat dan kokoh. Titik lubang di tembok dipilih yang kira-kira kuat dan tidak sulit dibor/dilubangi.
Setelah tembok dilubangi, kita masukkan baut dinabolt 10mm ke dalamnya. Kemudian baut yang telah tertanam di tembok tersebut akan kita jadikan pengikat antara tembok dan kayu. Lubangi lah kayu di titik - titik dinabolt tadi dengan diameter 10mm, lalu pasang kayu itu ke tembok. Kencangkan mur pada masing-masing dinabolt. Selesai, dudukan bracket sudah siap.
Saya menggunakan sekrup gipsum ukuran 2,5cm. Saya memilih sekrup gipsum karena ujungnya runcing sehingga memudahkan saya saat memasangnya. Bracket saya letakkan di posisi yang kira-kira aman dan sesuai dengan disain instalasi.
Idenya adalah memutus instalasi pipa yang dari pompa air, lalu membelokkan nya masuk ke sistem filter air, kemudian menghubungkan nya kembali masuk ke instalasi pipa rumah tangga. Tidak lupa saya tambahkan katup by pass (stop kran by pass) yang menghubungkan instalasi pipa secara langsung (by pass ini memungkinkan air mengalir tanpa harus melalui filter terlebih dahulu).
Pada paralon yang menuju dan dari filter masing-masing saya pasang stop kran. Fungsinya adalah untuk back wash filter air. Dengan memainkan mekanisme 3 stop kran ini kita bisa melakukan 3 hal =
1. Mengalirkan air ke filter. (Mengaktifkan filter)
2. Mengalirkan air langsung ke instalasi air tanpa harus melalui filter.(Menonaktifkan filter)
3. Back wash filter air.
Dengan cara tersebut kita bisa memilih fungsinya sesuai dengan kebutuhan.
4. Trial atau percobaan instalasi.
Hidupkan pompa air dan lihat sistemnya bekerja. Perhatikan jika ada kebocoran air segera ditangani.
5. Menguji Sistem filtrasi air.
Sampai disini kita dianggap sudah selesai. Tinggal memperhatikan hasil penyaringan air nya bagus atau tidak.
Oke teman teman, demikian lah cara saya memasang instalasi filter air sumur di rumah saya. Jika ada perbedaan dengan di tempat lain tidak mengapa yang penting prinsipnya sama. Baiklah, semoga bermanfaat ya.